Peneliti dari Departemen Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Workshop Pembelajaran IPA melalui pendekatan TPACK-P dan pengenalan Literasi Sains Framework 2025 pada Jumat, 18 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang 3 FMIPA UNY dan diikuti oleh 50 guru IPA dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta.
Workshop ini merupakan bagian dari kegiatan analisis kebutuhan dalam rangka pengembangan pembelajaran IPA abad ke-21. Kegiatan ini diinisiasi oleh tim dosen Pendidikan IPA FMIPA UNY yang terdiri dari Prof. Dr. Insih Wilujeng, Prof. Dr. Heru Kuswanto, Dr. Sabar Nurohman, Rizki Arumning Tyas, M.Pd., dan Desy Purwasih, M.Pd.
Materi pertama disampaikan oleh Rizki Arumning Tyas, M.Pd., yang mengenalkan integrasi teknologi melalui pendekatan TPACK-P (Technological Pedagogical Content Knowledge–Practice) untuk mendukung pembelajaran IPA yang inovatif dan kontekstual. Rizki menekankan pentingnya memadukan aspek teknologi, pedagogi, dan konten sains secara seimbang agar guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan Framework Literasi Sains 2025 oleh Desy Purwasih, M.Pd. Dalam paparannya, Desy menjelaskan perkembangan definisi literasi sains pada PISA sejak tahun 2000 hingga 2025. Pendekatan terbaru, menurutnya, menitikberatkan pada pembentukan identitas sains (science identity) siswa serta integrasi education for sustainability untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Peserta diharapkan mampu mengintegrasikan pendekatan TPACK dalam proses pembelajaran IPA di sekolah serta memahami arah kebijakan literasi sains internasional. Harapannya, kompetensi siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan berdaya saing global dapat semakin diperkuat.

